Sinergi untuk Umat: Ketua Baznas Kabupaten Pati KH Minanurrohman bersama Kepala BPS Kabupaten Pati
Strategi Jitu Baznas Pati: Gandeng BPS Perkuat Data Muzaki dan Mustahik demi Kemandirian Ekonomi
05/05/2026 | Tim humas Baznas PatiPati - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pati melakukan langkah besar dalam mengoptimalkan pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Tak tanggung-tanggung, Baznas menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pati untuk melakukan pemetaan data yang presisi demi menyasar golongan Aghnia (si kaya) dan Mustahik (si miskin).
Sinergi strategis ini ditandai dengan kunjungan jajaran pimpinan Baznas Kabupaten Pati yang dipimpin langsung oleh KH Minanurrohman ke Kantor BPS di Jalan P. Sudirman, Pati, pada Selasa (05/05/26). Kehadiran mereka disambut hangat oleh Kepala BPS Kabupaten Pati, Yul Ismardani, S.ST., M.Si.
Akurasi Data: Kunci Efektivitas Zakat
Dalam pertemuan tersebut, KH Minanurrohman menegaskan bahwa data yang akurat adalah fondasi utama agar program jaring pengaman sosial tepat sasaran. Baznas berkomitmen tidak hanya sekadar menyalurkan bantuan, tetapi mendorong transformasi ekonomi melalui Zakat Produktif.
"Kami memerlukan potret nyata potensi masyarakat Pati. Dengan data BPS, kami bisa memetakan siapa yang wajib menjadi Muzaki dan siapa yang benar-benar berhak menerima bantuan," ujar Kyai Minan.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa Zakat Produktif akan difokuskan pada pemberian modal usaha bagi pelaku usaha mikro. Tak berhenti di modal, para penerima manfaat juga akan mendapatkan pendampingan manajemen hingga akses pemasaran.
"Visi besar kami adalah kemandirian. Harapannya, mereka yang hari ini menjadi penerima bantuan (Mustahik), kelak setelah usahanya sukses, akan bertransformasi menjadi pembayar zakat (Muzaki)," tambahnya optimistis.
Tantangan Angka Kemiskinan di Pati
Kepala BPS Kabupaten Pati, Yul Ismardani, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, kolaborasi ini sangat membantu pemerintah daerah dalam upaya pengentasan kemiskinan. Berdasarkan data terbaru tahun 2025, angka kemiskinan di Kabupaten Pati berada di level 8,24 persen.
"Meski terus diupayakan turun, angka 8,24 persen dari total 1,3 juta penduduk masih tergolong cukup tinggi, bahkan di atas rata-rata Provinsi Jawa Tengah," ungkap Yul Ismardani.
Ia juga menjelaskan bahwa BPS mengklasifikasikan tingkat kesejahteraan dalam 10 kategori (Desil 1 hingga Desil 10). Data detail inilah yang nantinya dapat disinergikan dengan program-program Baznas.
Pendataan Besar di Tahun 2026
Gayung bersambut, BPS Kabupaten Pati juga tengah bersiap melakukan pendataan masif pada periode Juni hingga Agustus 2026. Sebanyak 1.300 petugas akan diterjunkan secara door-to-door untuk mendata sekitar 191 ribu pelaku usaha di seluruh Kabupaten Pati, mulai dari level mikro hingga usaha besar.
Dengan adanya sinkronisasi data ini, diharapkan program-program Baznas Kabupaten Pati ke depan akan jauh lebih progresif, akuntabel, dan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan umat di Bumi Mina Tani.
"Ingin berzakat atau berkonsultasi? Kunjungi kantor Baznas Kabupaten Pati terdekat atau melalui kanal digital resmi kami."