Foto: BAZNAS

Sinergi Lintas Sektoral: Baznas Pati Siap Dukung Penanganan Stunting dan Rujukan Gizi Balita

29/04/2026 | Tim Humas Baznas Pati BAZNAS

PATI – Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Kesehatan menyelenggarakan pertemuan strategis bertajuk "Tatalaksana Rujukan Masalah Gizi Balita" tingkat kabupaten pada Rabu, 29 April 2026. Acara yang berlangsung di Aula Lantai 3 Dinas Kesehatan Kabupaten Pati ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, termasuk perwakilan dari RS Negeri dan Swasta, BPJS Kesehatan, serta Baznas Kabupaten Pati. 

Sinergitas Menuju Pati Bebas Stunting

Pertemuan dibuka dengan sambutan dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo, S.STP, MM. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa penanganan masalah gizi balita, khususnya stunting, tidak dapat dilakukan secara parsial.

"Penanganan gizi balita memerlukan sinergitas dan keterpaduan dari semua pihak agar percepatan penanggulangan masalah gizi di Kabupaten Pati dapat tercapai secara efektif," ujar Luky dalam sambutannya.

Salah satu poin penting yang dihasilkan adalah penetapan prioritas bagi seluruh balita stunting di Kabupaten Pati untuk mendapatkan Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK).

Peran Strategis Baznas dan BPJS Kesehatan

Dalam sesi materi, Kantor BPJS Kesehatan Cabang Pati menekankan pentingnya kepesertaan JKN yang aktif bagi penerima manfaat. Namun, BPJS menegaskan bahwa pelayanan medis harus tetap didasarkan pada indikasi medis, bukan sekadar keinginan pasien.

Sebagai solusi konkret bagi balita dari keluarga miskin yang belum memiliki BPJS atau rujukan, Baznas Kabupaten Pati hadir sebagai jembatan penolong. Wakil Ketua III Baznas Pati menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dengan rumah sakit dalam membantu biaya pengobatan bagi pasien miskin yang belum ter-cover jaminan kesehatan.

Mengenal Gejala dan Penanganan Stunting

dr. Hesti, Spesialis Anak, memaparkan secara mendalam mengenai kompleksitas stunting. Beliau menjelaskan bahwa stunting sering kali dipicu oleh berbagai faktor klinis, di antaranya:

Gagal tumbuh, yang ditandai dengan perlambatan kenaikan berat badan.

Kondisi gizi kurang dan gizi buruk.

Riwayat bayi lahir prematur atau dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).

Adanya alergi susu sapi atau kelainan metabolisme pada balita.Pertemuan ini diharapkan mampu memperkuat alur rujukan gizi di Kabupaten Pati, sehingga setiap balita yang mengalami masalah pertumbuhan dapat tertangani dengan cepat melalui kolaborasi antara Puskesmas, Rumah Sakit, BPJS, dan lembaga sosial seperti Baznas.

KABUPATEN PATI

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ  |   2.2.12