Foto: BAZNAS

Menembus Batas Meja Kerja: Ketua Baznas Pati Blusukan ke Kayen, Kawal Amanah Umat hingga Validasi Data Faktual

11/05/2026 | Humas BAZNAS

PATI – Menjaga amanah dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar benar-benar menyasar masyarakat yang berhak membutuhkan komitmen yang utuh. Menolak pasif di balik kenyamanan meja kerja, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pati, KH. Minanurrohman, turun langsung memimpin aksi "blusukan" transparan ke sejumlah pelosok desa di wilayah Kecamatan Kayen, Senin (11/05/2026).

Aksi jemput bola berskala maraton ini digelar untuk memverifikasi secara objektif puluhan proposal permohonan bantuan yang masuk ke meja Baznas. Mulai dari program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), jaminan beasiswa pendidikan, hingga urgensi alat bantu kesehatan.

“Mata dan telinga kami harus ada di lapangan. Survey faktual ini sangat krusial untuk mencocokkan berkas di atas kertas dengan realita kehidupan bernegara di lapangan. Kita ingin memastikan bantuan ini jatuh ke tangan yang paling berhak,” tegas KH. Minanurrohman tegas di sela-sela peninjauannya.


Menyusuri Kisah Haru di Lapangan: Potret Perjuangan dan Asa yang Tersambung

Perjalanan tim survey Baznas Pati di Kecamatan Kayen kali ini membuka tabir kisah-kisah humanis penuh haru dari para pejuang kehidupan:

  • Asa Mendengar untuk Panji: Di Desa Sundoluhur (RT 12/RW 02), keheningan hidup Panji Sulaiman Al-Mubarok coba dipecahkan oleh tim. Bocah kelas 3 SD yang menyandang tunarungu sejak lahir ini terhambat belajarnya karena alat bantu dengar miliknya rusak sebelah. Kehadiran Baznas membawa secercah harapan baru bagi masa depan pendidikannya.

  • Ketegaran di Rumah Tak Layak: Tim kemudian bergeser ke Desa Pesagi (RT 01/RW 02) menyambangi Wardoyo, seorang pria penyandang disabilitas polio yang hidup sebatang kara di rumah peninggalan orang tua yang nyaris roboh. Ironisnya, Wardoyo belum pernah tersentuh bantuan PKH. Di desa yang sama, asa serupa digantungkan oleh Purwati, seorang ibu tiga anak dengan suami pekerja serabutan yang memimpikan atap rumah yang aman dari bocor dan lapuk.

  • Akses Kesehatan & Jaminan Pendidikan: Hambatan hidup juga dirasakan Sarni, warga Desa Jimbaran penderita penyumbatan nadi otak belakang yang kesulitan berobat akibat kartu KIS nonaktif. Sementara di sektor pendidikan, langkah Zacca Aufa Ahmad, lulusan berprestasi dari MA Asy-Syafi’iyah Talun asal Desa Boloagung yang terkendala biaya kuliah, kini mulai menemui titik terang berkat pengawalan program beasiswa Baznas.


Efektivitas Validasi: Gerak Cepat Deteksi Data Riil

Menariknya, esensi dari pentingnya survey lapangan ini terbukti nyata lewat dua temuan tak terduga tim di lapangan.

Saat menyambangi rumah Sugeng di Desa Pesagi untuk memverifikasi permohonan kursi roda, warga tersebut dengan jujur mengonfirmasi bahwa bantuan kursi roda dari Baznas Pati sebenarnya sudah ia terima dan langsung dimanfaatkan sejak 10 April 2026 lalu melalui jalur respons cepat sebelumnya.

Sementara itu, saat tim hendak memvalidasi berkas pemohon bernama Warno di Desa Jatiroto, perangkat desa setempat mengonfirmasi bahwa yang bersangkutan telah meninggal dunia.

"Validasi instan dan akurat seperti inilah yang membuktikan mengapa verifikasi langsung tidak bisa digantikan oleh sistem administrasi di balik meja semata."

Melalui integrasi aksi nyata yang transparan, akuntabel, dan penuh empati ini, Baznas Kabupaten Pati terus mengukuhkan posisinya bukan sekadar sebagai lembaga penghimpun dana umat, melainkan jembatan kebaikan yang presisi dalam memutus rantai kemiskinan dan mengangkat harkat sosial masyarakat di Bumi Mina Tani.


Editor: Humas BAZNAS Kabupaten Pati

KABUPATEN PATI

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ  |   2.2.12